Kamis, 29 Januari 2015

KEISTIMEWAAN DAN AMALAN PADA HARI JUM'AT

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, hal itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. AlJumu’ah: 9)

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Jum’at adalah satu hari dimana Allah mengistimewakannya dengan beberapa hal sebagaimana dalam hadits, “Hari terbaik dimana matahari terbit di hari itu adalah hari jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at” (HR. Muslim)

Hari jum’at juga termasuk hari ‘ied (hari raya) pekanan umat Islam sebagaimana ucapan sahabat‘Abdullah bin Zubair ketika pernah di masa beliau ‘iedul fithri jatuh pada hari jum’at, “Dua hari raya dalam satu waktu” (HR. Abu Dawud, dinilai shahih Al Albani)

Di hari jum’at, seorang laki-laki muslim yang telah baligh wajib melaksanakan shalat jum’at secara berjama’ah di masjid. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat Jum’at berjama’ah adalah kewajiban bagi setiap muslim, kecuali 4 golongan, yaitu budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit” (HR. Abu Dawud, dinilai shahih oleh Al Albani)

Para pembaca sekalian, sebagai seorang muslim yang mengetahui betapa agungnya hari jum’at, pasti akan bersemangat untuk melaksanakan berbagai macam ibadah yang dituntunkan di hari jum’at. Salah satu contoh langka yang mungkin sebagian kaum muslimin belum tahu adalah membaca surah Al Kahfi pada hari jum’at. Insya Allah akan ada pembahasan lebih lanjut lagi.

Sunnah-sunnah ibadah yang Nabi tuntunkan untuk dikerjakan di hari jum’at sangatlah banyak. Baik sunnah-sunnah secara umum, maupun terkait khusus bagi laki-laki yang hendak melaksanakan shalat jum’at.

SUNNAH-SUNNAH SECARA UMUM

[1] Memperbanyak shalawat Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)

[2] Membaca Surah AlKahfi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat AlKahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan meneranginya di antara dua Jum’at.” (HR. Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menilainya shahih)

[3] Perbanyak Doa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan detik terakhir dari hari Jum’at adalah saat menjelang maghrib, yaitu ketika matahari hendak terbenam.

[4] Perbanyak Dzikir Mengingat Allah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah…” (QS. AlJumu’ah: 9)

[5] Imam Membaca Surah AsSajdah di Rakaat ke-1 dan Surah AlInsan di Rakaat ke-2 pada Shalat Shubuh

Dari Abu Harairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alif Lam Mim Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani รก¸¥iinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuuraa” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim)

Tapi seorang imam hendaknya tidak memaksakan diri untuk membaca kedua surah tersebut ketika kondisi makmumnya tidak mampu berdiri terlalu lama.

SUNNAH-SUNNAH TERKAIT DENGAN SHALAT JUM'AT

[1] Mandi Jum’at

Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama ada yang mewajibkan mandi jum’at dalam rangka kehati-hatian berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[2] Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[3] Memakai Pakaian Terbaik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)

Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli pakaian khusus untuk digunakan shalat jum’at.

[4] Bersegera Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat ketika matahari telah berkurang panasnya”

[5] Perbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya

[6] Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah

Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib berkhutbah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)

[7] Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

SEMOGA BERMANFAAT, SILAKAN DI SHARE

Selasa, 20 Januari 2015

Pengemis Yahudi Buta


Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata, "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhuinya".

Setiap pagi Rasulullah Saw mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah Saw menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis buta itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah melakukannya hingga menjelang Beliau wafat. Setelaj kewafatan Rasulullah Saw tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abu Bakar berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?" Aisyahmenjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". 

"Apakah itu?" tanya Abu Bakar "Setiap pagi Rasulullah Saw selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana" kata Aisyah r.ha

Keesokan harinya Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu?" Abu Bakar menjawab "Aku orang yang biasa", "Bukan!!! kamu bukan orang yang biasa mendatangiku" Jawab si pengemis yahudi buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah mulut ini mengunyah, orang yang selalu mendatangiku selalu menyuapiku tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya, setelah itu ia berikan padaku dengan mulutnya sendiri" pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu, aku adalah salah satu sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah MUHAMMAD RASULULLAH SAW". Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar ia pun menangis dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? selama ini aku selalu menghinanya, menfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia..." Lalu pengemis Yahudi buta itu akhirnya bersyahadat dihadapan Abu bakar

SUBHANALLAH ALLAHU AKBAR...
Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad...

SILAKAN DI SHARE SEMOGA BERMANFAAT

Bersyukur dan Berbahagialah menjadi UMMAT TERBAIK


“Kamu (umat muslim) adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. (Karena kamu) menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
(QS. Ali-Imran: 110)

Sahabatku yang baik hati dan mulia akhlaknya. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahagia dengan predikat terbaik yang telah Allah sematkan dalam diri kita sebagai seorang muslim yang ta’at, dan hal inilah juga yang membuat Rasulullah Saw dan para sahabatnya termotivasi untuk melakukan yang terbaik semasa hidupnya yang sampai hari ini menjadi motivator terbesar kita semua. Menjadi ummat terbaik adalah pilihan sekaligus tawaran dari Allah Swt untuk setiap hamba-Nya, atau justru sebaliknya kita memilih menjadi ummat terburuk hingga Allah menentukan waktunya.

Untuk Anda yang yakin dengan pilihan untuk menjadi ummat terbaik, maka jadikanlah diri Anda sebagai orang yang paling bahagia dengan al-Qur’an sebagai panduan dan pedoman hidup, dan yakinlah Anda akan bisa meraih prestasi yang luar biasa bersamanya. Karena menjadi genarasi Qur’an adalah salah satu kunci kita akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan hidup, “Khairukum man ta’allamal Qur’an wa ‘allamahu… sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.

Selamat datang wahai orang-orang yang berbahagia dan menikmati kebahagiaannya serta bertaubat dan kembali kepada jalan-Nya, dan bahkan Allah pun bahagia dengan keagungan dan kemuliaan-Nya, disebabkan oleh taubat Anda.

Jika Anda datang kepada-Nya dengan berjalan, maka Allah akan datang kepada Anda dengan berjalan cepat. Jika Anda mendekat kepada Allah satu jengkal, maka Allah akan mendekat kepada Anda satu hasta. Jika Anda mendekat kepada Allah dengan satu hasta, maka Allah akan mendekat kepada Anda satu kilan.

Ketika hal itu Anda lakukan dengan semangat untuk lebih dekat dengan Allah, maka Allah pun akan melimpahkan berbagai macam kenikmatan dan kebahagiaan, Allah juga akan menutupi aib-aib Anda, memberi Anda kasih sayang, dan mema’afkan dosa-dosa Anda. Setiap musibah yang ditimpahkan kepada diri Anda adalah untuk meningkatkan kualitas diri dan derajat Anda disisi-Nya. Namun, jika Anda berpaling dari-Nya, sungguh hal itu adalah kerugian yang besar dan Anda tidak pernah merasakan sebuah kebahagiaan yang sebenarnya.

Seperti halnya yang dikatakan oleh usatdz Cahyadi Takariawan dalam bukunya Di Jalan Dakwah Ku Gapai Sakinah, “Kebahagiaan itu letaknya di hati yang mampu mensyukuri seluruh nikmat yang Allah berikan. Pada jiwa yang senantiasa mendambakan keridhaan Allah, pada pikiran yang senantiasa tersibghah dalam kebenaran. Kebahagiaan itu bersumber dari keimanan yang mendalam, ketundukan yang tulus atas ketentuan Allah, dan kelapangan hati dalam menerima seluruh perintah dan larangan-Nya.”

Bahagia itu ada di dalam hati, bahagia itu tersimpan di dalam jiwa. Maka carilah kebahagiaan itu di hati sanubari dan kebersihan jiwa. Ketahuilah bahwa kedekatan Anda dengan Allah lebih menjamin ketentraman dan kebahagiaan, dibandingkan dengan kedekatan Anda dengan yang lainnya sebagai ciptaan-Nya.


Maka, sekali lagi jangan buat diri Anda ragu akan setiap pilihan yang Anda ambil dan buatlah diri Anda bahagia dengan hadirnya Allah dalam diri Anda. “Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)-ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)

======================================
======================================
SEMOGA BERMANFAAT, SILAKAN DI SHARE

Senin, 19 Januari 2015

Sekilas PROFIL Andi' Ahmad Zikrillah, Bs.H



Andi’ Ahmad Zikrillah, Bs. H lahir 09 September 1985 di sebuah desa terpencil yang jauh dari pusat keramaian, Air Sugihan Banyuasin Sumatera Selatan. Beliau terlahir dari keluarga yang sangat sederhana dari buah cinta dan kasih sayang seorang ayah yang tegas Andi’ Ma’lanti dan kelembutan seorang ibu Indo’ Messeng. Beliau adalah seorang yang ingin selalu berusaha bersyukur dan berbenah diri, dan hal itulah yang menyebabkan sampai sekarang beliau masih aktif dalam berdakwah.

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) beliau tempuh seluruhnya di daerah tempat beliau dilahirkan. Tak jarang segudang prestasi beliau dapatkan mulai dari prestasi belajar, kegiatan ekstrakulikuler hingga pernah menjadi pelajar teladan di SMAN 2 muara Padang karena selama dua tahun lebih tak pernah absen dari sekolah sekalipun kondisi sekolah tidak belajar. Beliau juga mulai SD hingga SMA selalu berada pada posisi lima besar di kelasnya dan tak jarang juga menduduki peringkat satu di kelasnya.

Impian beliau untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi di kota Palembang semakin kuat setelah beliau lulus dari SMAN 2 dengan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan yang membuat kedua orang tuanya sangat bahagia dan bangga. Akhirnya beliau menempah ilmu kembali di Universitas PGRI Palembang dengan mengambil jurusan FKIP Matematika sebagai mata pelajaran yang paling beliau sukai semenjak sekolah dulu. Ini adalah pertama kalinya beliau sebagai anak tunggal putera makasar berpisah dengan kedua orang tuanya demi meraih impian dan cita-citanya.

Di Universitas PGRI Palembang inilah beliau memutuskan untuk hijrah dan bergabung dengan sebuah Lembaga Dakwah Kampus untuk memperdalam pengetahuan agama Islam dan berusaha merealisasikan nilai-nilai Islam dengan berdakwah pada masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa sampai masyarakat umum. Di tempat ini pula beliau bisa membuat kedua orang tuanya bahagia dan bangga karena beliau pernah mendapatkan beasiswa berprestasi sebanyak tiga kali dan yang mengesankan orang tuanya mengetahuinya melalui Koran, yang saat itu sebenarnya beliau ingin membuat sebuah kejutan atas prestasinya.

Suami dari seorang wanita asal kota Bandung Jawa Barat ini, bersama teman-temannya aktif dalam sebuah lembaga training yang bergerak di bidang pendidikan, pelatihan, dakwah dan sosial. Indonesia Training Center Nusantara (INTERNUSA) adalah wujud pengabdian beliau untuk memberikan kontribusi terbaik untuk ummat dan agama Islam, karena hidup dan matinya hanya untuk Allah yang Maha Menciptakan, “Innashalati wanusukii wamahyaya wamamati lillaahirabbil ‘aalamin (Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam)”. Saat ini beliau sebagai penanggung jawab INTERNUSA kota Palembang Sumatera Selatan, selain itu beliau juga sebagai distributor buku-buku yang berkaitan dengan dakwah, tarbiyah, harakah dan buku-buku islam lainnya.

Harapan beliau saat ini adalah bisa tetap istiqomah dan ikhlas dalam berjuang di jalan dakwah untuk meraih Dunianya Bahagia Akhiratnya Surga. Maka dari itu do’a dari para pembaca begitu diharapkannya dalam meraih impian dan cita-citanya.


Bagi teman-teman yang ingin bersilaturahim atau mengundang beliau untuk berbagai kegiatan seperti beda buku atau training motivasi dan spiritual, terkhusus yang berkaiatan dengan tema judul buku ini, bisa langsung menghubungi ::

==================================
CP/WhatsApp: 081278444491
FB: Abu Hawna
FansPage: Andi' Ahmad Zikrillah, Bs.H
FansPage: Bang Andi' InsanPembelajar
Instagram: abuhawna9_trainer.internusa

BUKU YANG BELIAU TULIS
1. Melukis Cinta Meraih Bahagia
2. Indahnya Hidup Bersama Dakwah
3. Indahnya Ujian Hidup
4. Megukir Prestasi dengan Kekuatan Cinta

PROGRAM TRAINING BELIAU
1. Training Motivasi Pelajar dan Mahasiswa
2. School Of Trainer
3. Public Speaking Training
4. SUKSES Sebelum LULUS Kuliah
5. SUKSES UN dengan KEYAKINAN
6. Melukis CINTA Meraih BAHAGIA
7. Indahnya HIDUP Bersama DAKWAH
8. Hidup di bawah naungan Al-Qur'an
9. Indahnya Ujian Hidup
10. Agar KULIAH ngak sekedar Ngampus
11. Training Kepemimpinan
12. Konsep Diri Seorang Muslim
13. Ukhuwah Islamiyah
14. Training Pernikahan
15. Muhasabah
16. Ceramah Motivasi Hari Besar Islam
17. Tabligh Akbar
18. Seminar dan Talk Show
19. Bimbingan Karir
20. Dll

SALAM UKHUWAH DARI SAYA ANDI' AHMAD ZIKRILLAH